Welcome to my blog :)

rss

Senin, 03 Mei 2010

FRASA

Frasa merupakan kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi/jabatan unsure klausa tau kalimat. Frasa selalu terdapat dalam satu fungsi unsure klausa atau kalimat yaitu S, P, O, K.

Contoj kalimat yang tidak menggandung frasa:

· Adik membaca buku

· Kami melihat pameran.

· Saya membeli kue

2. Pembagian Frasa

a. Berdasarkan distribusi unsurnya

1. Frasa eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya.

Contoh :

· Di halaman

· Pada ibunya

· Ke perpustakaan

2. Frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya. Frasa endosentrik dibagi menjadi tiga golongan:

a. Frasa endosentrik koordinatif yaitu frasa yang unsur – unsurnya setara.

Contoh:

· Dua tiga

· Ayah ibu

· Penerimaan dan pengeluaran

b. Frasa endosentrik atributif yaitu frasa yang salah satu unsurnya merupakan atribut.

Contoh :

· Minggu depan

· Sedang bekerja

· Lapangam luas

c. Frasa endosentrik apositif yaitu frasa yang salah satu unsurnya merupakan aposisi.

Contoh :

· Zildan teman dekatku

· Jakarta kota metropolitan.

b. Berdasarkan kedudukanya

1. Frasa setara yaitu frasa yang hubungan antara unsurnya setara.

Contoh :

· Buka tutup

· Keluar masuk

· Asal usul

· Hitam putih

· Tua muda

2. Frasa setara bertingkat yaitu frasa yang hubungan antar unsurnya tidak setara, salah satu unsure menjadi pusat.

Contoh:

· Uang tunai

· Daya kritis

· Cara lama

· Petani kecil

c. Berdasarkan jenis kata yang menjadi unsur intinya.

1. Frasa nominal yaitu frasa yang unsure intinya berjenis kata benda.

Contoh :

· Kamar tidur

· Toko buku

· Sendok makan

· Bangku cadangan

2. Frasa verbal yaitu frasa yang unsur intnya berjenis katakerja.

Contoh :

· Sedang dirawat

· Ingin tampil

· Mau menerima

· Dapat diketahui

3. Frasa averbal/keterangan yaitu frasa yang menggandung unsur keterangan

Contoh:

· Tahun lalu

· Tengah malam

· Tadi malam

· Sejak tadi siang

· Akhir minggu

· Kemarin sore

· Masa lampau

4. Frasa preposisi/ kata depan yaitu frasa yang mengandung unsur kata depan

Contoh:

· Dari perpustakaan

· Kepada semua mahasiswa

5. Frasa adjektif/ kata sifat yaitu frasa yang menggandung unsur kata sifat

Contoh:

· Panjang sekali

· Amat penting

· Begitu sejuk

· Cukup kuat

Partikel kah, tah, lah , pun

1. Partikel kah

a. Membentuk kalimat Tanya dari kalimat berita.

Contoh : dia yang akan datang

Diakah yang datang ?

b. Jika dalam kalimat Tanya sudah ada kata Tanya, maka partikel kah bersifat manasuka. Pemakaian kah menjadikan kalimat lebih formal dan agak halus.

Contoh: apakah ayahmu sudah datang ?

Ke manakah anak-anak pergi ?

2. Partikel tah

Partikel tah umumnya dipakai dalam sastra lama, tetapi sekarang tidak banyak dipakai lagi. Biasanya partikel tah fungsinya sama dengan partikel kah.

Contoh: apatah artinya hidup ini tanpa engkau ?

3. Partikel lah

Partikel lah dipakai dalam kalimat perintah atau kalimat berita

a. Dalam perintah, lah dipakai untuk menghaluskan nada perintah.

Contoh: kalau anda mau, ambilah satu atau dua buah

b. Dalam kalimat berita, lah dipakai untuk menguatkan atau memberikan tegasan /penekanan.

Contoh: dialah yang menggugat soal itu.

4. Partikel pun

Partikel pun hanya dipakai dalam berita dan penulisannya dipisah dari kata didepannya.

a. Dipakai untuk mengeraskan arti yang diiringinya.

Contoh : mereka pun akhirnya setuju

Yang tidak perlupun dibelinya

b. Gabungan pun-lah menyatakan mulai

Contoh : Merekapun berjalanlah

Hujanpun turunlah dengan lebatnya

c. Partikel pun yang dirangakaikan dengan kata penghubung ditulisnya dirangkaikan.

Contoh : walaupun, meskipun, adapun, biarpun, sekalipun.

KALIMAT EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF


Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun menurut pola struktur yang benar dan sesuai dengan situasi yang menyertai.

Cirri –ciri kalimat efektif :

a. Sesuai dengan gramtikal

b. Pilihan katanya tepat

c. Tidak tumpang tindih dalam menggunakan kata – kata

d. Tepat dalam penggunaan kata depan

e. Kalimat singkat, tepat, padat, dan jelas

Contoh Kalimat efektif ;

· Mereka menyelesaikan secara baik dan memuaskan serta dengan amat sangat meyakinkan semua tugas dalam waktu dua jam

· Saudara – saudara yang saya hormati, siapa lagi yang mau memikirkan nasib mereka kalau bukan kita – kita yang hadir sekarang.

· Pemerintah akan membangun sebuah jembatan yang mana jembatan itu dapat menghubungkan kedua daerah.

Contoh kalimat tidak efektif:

· Mereka menyelesaikan semua tugas dengan memuaskan dalam dua jam.

· Saudara – saudara yang saya hormati, siapa lagi yang mau memikirkan nasib mereka kalau bukan kita yang hadir sekarang

· Pemerintah akan membangun sebuah jembatan yang dapat menghubungkan kedua daerah itu.

KATA ULANG

Kata ulang

Kata ulang (reduplikasi) adalah kata yang mengalami proses perulangan, baik sebagian ataupun seluruhnya dengan disertai perubahan bunyi atau tidak.

Macam – macam kata ulang

1. Perulangan seluruh bentuk dasar /kata ulanh utuh

Contoh :

Bentuk dasar

Lari lari – lari

Merah merah- merah

2. Perulangan berimbuhan

Bentuk perulangan yang disertai proses pengimbuhan

Contoh:

Lari lari – larian

Lari berlari –larian

Kejar kejar – mengejar

3. Perulangan Sebagian

Bentuk perulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar.

Contoh:

Tamu tetamu

Berkata berkata-kata

4. Perulangan berubah bunyi

Bentuk perulangan yang perubahan bunyi, baik vocal maupun konsonan.

Contoh :

Warna warna – warni

Gerak gerak – gerik

Sayur sayur – mayor

Arti Perulangan kata

1. Banyak tak tentu : buku –buku, rumah- rumah,

2. Bermacam – macam : lauk-pauk, sayur – mayor

3. Menyerupai : kuda – kudaa, langit – langit

4. Agak : kemerah – merahan, malu – malu

5. Sangat : keras – keras, kuat –kuat

6. Paling : segiat giatnya

7. Pekerjaan berbalasan/ saling : bersalam – salaman, Tolong – menolong

8. Koliktif : dua –dua, kedua- duanya.